Menu Blog

Jumat, 04 Mei 2018

Pemdes Gelar Rapat Kordinasi dengan Bumdes

Benete – Rapat kordinasi antar lembaga yang diselenggarakan oleh pemerinta Desa Benete bersama Lembaga yang ada di Desa salah satunya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Kegiatan tersebut diselenggarakan di Aula kantor Desa Benete pada Jum’at malam (27/04, kordinasi dengan lembaga Desa tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Desa dan dihadiri oleh Baban Pemusyawaratan Desa (BPD), Ketu RT, PKK Desa, Toko Agama, Tokoh Masyarakat dan juga warga desa.

Kepala desa Sirajuddin dalam sambuatannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh undangan yang sudah menyempatkan hadir dan ikut berpartisipasi dalam membangun desa kedepan yang lebih baik. “Terimah kasih saya sampaikan kepada tamu undangan, saya tau bapak/ibu saat ini lagi sibuk di sawah, tapi alhamdullah bapak/ibu menyempatkan diri untuk memenuhi undangan kami pemerinta desa,” ungkapnya.

Dalam pertemuan tersebut juga Kades memberikan pengelolaan berupa kursi dan terop yang sebelumnya di kelola langsung oleh pemerinta desa, kini akan dikelolah oleh BUMDes. “Selama ini kursi dan terop kami yang kelola (ret pemdes) semoga dengan dengan dikelolah oleh BUMDes dapat lebih maksimal pemanfaatannya,” harapnya.


Sumber : https://benetenews.blogspot.co.id/2018/05/benete-rapat-kordinasi-antar-lembaga.html

BUMDes Benete, Pasarkan Produk Telur Lokal

Benete – Untuk membantu kelompok usaha peternakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Benete, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melakukan pembinaan dan evaluasi kepada mitra usaha yaitu kelompok ternak saling beme Guna untuk meningkatkan produk pemasaran dan assas manfaat kepada pelanggan. Selasa (01/05/2018).

Kelompok Usaha tersebut berkomitmen untuk menjaga kualitas telur ayam yang dihasilkan. Untuk menjaga kualitas dari telur pihaknya selalu memperhatikan pakan yang diberikan kepada ayak dan kesehatan ayam. Selain itu, kebersihan kandang juga menjadi poin tersendiri.

Pemasaran dilakukan sistim satu pintu yaitu hasil dari produksi telur ayam tersebut akan dipasarkan oleh unit usaha BUMDes.

“Alhamdullah kami merasa sangat terbantu dengan bermitra dengan BUMDes, kami tidak pusing lagi memikirkan pemasaran telur tersebut, karena sudah langsung diambil oleh BUMDes. Sehingga kami hanya memikirkan bagaimana meningkatkan produksi dan menjaga kualias,” papar Nurmain yang merupakan ketua kelompok.

Sumber : https://benetenews.blogspot.co.id/2018/05/bumdes-benete-pasarkan-produk-telur.html

BUMDes Benete Lakukan MoU dengan Kelompok Tani Ternak Saling Beme

Benete – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Benete, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), melakukan penanandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di hadapan pemerintah setempat.

Penandatanganan tersebut disaksikan langsung kepala desa Benete Sirajuddin, sekaligus merupakan komisarin Bumdes Benete. 

Kepala Desa Benete sangat mengapresiasi penandatanganan MoU tersebut. Ia berharap dengan bermitranya Bumdes Dengan Kelompok ternak mampu memberikan asas manfaat. Asas manfaat tersebut bukan dirasakan oleh bumdes saja namun juga pihak kelompok dapat terbantukan.

“Kita berharap dengan penandatanganan MoU tadi mampu meberikan keuntungan dua belah pihak. Sehingga nantinya mampu memberikan Pendapatan asli desa,” harapnya saat usai penandatanganan MoU, kamis (15/02/2018).

Lanjutnya bentuk kerja sama BUMDes dengan Kelompok tani ternat saling beme tersebut adalah dalam hal pemasaran. “Jadi Bumdes membantu dalam hal pemasaran,” tambanya.

Sementara itu, Alimuddin selaku Direktur Bumdes Benete menambahkan, pihaknya melalui unit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mencoba untuk menjalin kerja sama dengan kelompok peternak telur yang ada di Desa Benete, sehingga para peternak telur tidak memikirkan lagi dalam hal pemasaran, sehingga para peternak telur tersebut fokus bagaimana untuk merawat dan meningkatkan kualitas produksi telurnya.

“Kita bagi-bagi tugas, supaya para peternak tidak lagi memikirkan harus menjual kemana, kami yang beli dan pasarkan. Agar para peternak hanya memikirkan bagaimana meningkatkan hasil produksi,” jelasnya. 

Kamis, 03 Mei 2018

Melihat Keberhasilan Desa Panggungharjo (Hari ke 3)

Benete – Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul Yogyakarta adalah salah satu desa yang mendapat berbagai penghargaan baik di tingkat Kecamatan hingga ke tingkat nasional, dan juga dinobatkan sebagai Desa terbaik se Indonesia. Mendapat penghargaan menjadi desa terbaik tentu memiliki alasan mengapa bisa menjadi desa terbak. Jika dilihat sekilas desa tersebut tidak memiliki lanskap yang baik, seperti pengunungan, pantai. Namun mampu menemukan potensi desa yang dikembangkan sehingga bisa menjadi desa yang mandiri.
Pada minggu lalu (Kamis 16/03/2018), mendapat kesempatan utuk melihat langsung dan berdialok dengan Kepala Desa Panggungharjo bapak Wahyudi Anggoro Hadi dan berkeliling desa beberapa tempat yang menjadi sumber pendapatan asli desanya. Jumlah Penduduk kurang lebih 27.683, dengan memanfaatkan potensi yang ada, pada tahun 2018 dapat meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) mencapai Rp 1.254.870.000,.

Kampoeng Mataraman merupakan salah satu kampung witasa yang dibagun oleh pemerintah desa panggungharjo seluas kurang lebih tiga hektare dengan komsep pedesaan tempo dulu. Pengunjung bisa menikmati dan merasakan suasana seperti pada abad ke 19 silam, seperti kuliner dan juga gaya kihidupan sosial masyarakat sekitar dan tak ketinggalan para pramusaji berbusana seperti tempoe dulu mengunakan baju bergaris lurus atau masyarakat sekitar biasa menyebutnya lorek.

Selain wisata Kampoeng Mataraman, Desa Panggungharjo ini juga memiliki berbagai usaha lainnya, seperti pengelolaan sampah yang di kemas dalam bentuk Bank Sampah, pengolahan minyak jelantah menjadi minyak berharga jual tinggi, toko swalayan dan lain sebagainya, kesemuanya dikelola oleh BUMDes yang dilahirkan oleh Pemerintah Desa ini.
Menurut Wahyudi, Lurah Desa Panggungharjo, dari sekian banyaknya dana (PADes) yang diperoleh melalui pengelolaan BUMDes, dana tersebut dikembalikan lagi kepada masyarakat dalam bentuk program, seperti program kesehatan, pemerintah desa Panggungharjo telah mampu bekerjasama dengan salah satu rumah sakit di Bantul untuk menangani masalah kesehatan.
Ada juga program BESTARI (Beras Panggung Lestari) yaitu program semacam raskin/rastra, namun bukan beras dari bantuan pemerintah kabupaten, serta beras yang dibagikan ke warga merupakan beras berkualitas bagus.
Sementara di bidang pendidikan, kepala desa yang larat belakang farmasi tersebut menjelaskan bahwa pemerinta desa membuat program Satu Rumah Satu Sarjana, bekerjasama dengan perguruan tinggi baik negeri maupun swasta yang ada di Yogyakarta, setiap rumah diwajibkan minimal 1 orang berpendidikan S1. Sehingga rata-rata warganya berpendidikan tinggi. Desa yang ada di Bantul ini juga mendirikan Sekolah Manajemen BUMDes.
Diskusi yang berlangsung dua jam tersebut tidak terasa, di akhir diskusi saya sempat bertukar nomor telepon agar mudah berkomunikasi. Sebelum menutup diskusi ia sempat menawarkan bagi warga desa lainya yang ingin belajar terkait pemerintahan yang ada di Desa Panggungharjo pihaknya sangat terbuka dan menerima Magang selama dua minggu dan itu gratis..

Dapatkan desa-desa yang ada di Indonesia mampu mengikuti jejaknya?

Studi Kelayakan Bisnis (Hari ke -2)

Benete – Hari ke dua dalam pelatihan membahas terkait penyusunan studi kelayakan bisnis, penyusunan AD/ART, dan setup sistim akutansi.

Pada hari kedua tersebut peseta seminar di bagi menjadi enam kelompok, masing-masing kelompok diberi tugas untuk melakukan pemetaan akan suatu potensi yang ada di suatu desa. Potensi alam maupun potensi sosial dan budaya yang dimiliki desa.

Sebelum melakukan suatu usaha, pihak pengurus diharapkan mampu merencanakan usaha dan melihat potensi. Rencana tersebut bisa dibuat dalam jangka panjang maupun dalam jangka menengah. Setelah melakukan pemetaan, dan diskusi setiap ketua kelompok akan memaparkan hasil pemetaan.

Akhir acara, kelompok yang sudah melakukan presentasi melanjutkan kegiatannya untuk melakukan dan mencoba menjalankan program dari sistem akutansi yang bisa diterapkan di masing-masing bumdes yang memiliki unit usaha. 

BUMdes Benete Ikuti TOT (Hari ke 1)

Benete – Semangat belajar dan keingin tahuan terkait Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang lagi gencarnya di bicarakan oleh pemerinta pusat, itulah yang membuat para peserta Training On Trainer (TOT) untuk berkumpul dan belajar bersama terkait BUMDes. Para peserta TOT datang dari berbagai daerah yang ada di Indonesia dan profesi yang berbeda pula, mulai dari Akademisi, Pegiat Sosial, Aktifis, Kepala Desa, dan juga pengurus BUMDes.

Dari beberapa daerah dan latar belakang profesi, BUMDes Benete, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Profensi Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapat kesempatan untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Kegiatan yang berlangsung di kantor pusat Syncore Building Jl. Raya Solo, Maguwoharjo, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Jawah Tengah berlangsung selama tiga hari. Hari pertama rabu (14/03/2018) di isi oleh Bapak Rudy Suryanto SE., M.Acc., Ak., CA selaku Founder Bumdes.id.

Dalam pemaparannya menjelaskan bahwa, BUMDes dalam menjalankan aktifitas usahanaya harus memiliki suatu filosofi sebagai dasar. Filosofi tersebut sebagai pilar ekonomi pancasila yaitu.

Pertama memiliki nilai-nilai luhur dalam menjalanka visi dan misi usaha BUMDes dan tidak bertentangan dengan nilai luhur, norma yang di junjung tinggi oleh masyarakat disuatu wilayah.

Kedua Kemanusiaan, dalam menjalankan usaha pihak pengelola harus memiliki skill dalam menjalankan usaha ataupun bisnis dan yang perlu di ingat bahwa BUMDes bukan hanya bisnis semata atau mengejar untuk namun juga memiliki tujuan pemberdayaan didalamnya (bisnis sosial).

Yang ketiga Persatuan, dalam menjalankan BUMDes pemerintah desa dengan pengurus BUMDes harus selalu rukun dan memiliki tujan yang sama, sehingga memiliki harmonisasi yang nantinya akan menumbuhkan  kepercayaan di tengah masyarakat.

Poin yang ke empat dalam menjalankan aktifitas BUMDes memegang teguh prinsip Musyawarah. Dan terakhir atau yang kelima adalah sosial, keberhasilan BUMDes diukur dari kemanfaatan yang dirasakan oleh masyarakat desa tersebut.


Sementara itu, sesi yang kedua diisi oleh bapak Yanni Setiadiningrat sharing praktik terbaik BUMDes di Indonesia. Pelatihan hari pertama berlangsung dari jam 8.30 s/d 16.30. 

Tingkatkan Pengetahuan Dengan Mengikuti TOT

Benete - Dalam rangka meningkatkan pengetahuan mengenai Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pengurus BUMDes Benete mengikuti kegiatan Training On Trainers (TOT) yang di selengarakan oleh bumdes.id di Kota Yogyakarta.

Kegiatan yang akan berlangsung tiga hari (14 s/d 16 Maret) tersebut akan membahas beberapa hal mengenai bumdes. Pada hari pertama akan dilakukan penjelasan tata kelola desa dan bumdes, teknik fasilitasi, pemetaan potensi dan pemilihan usaha, penyusunan AD/ART & raperdes.

Kemuain hari ke dua akan di bahas mengenai studi kelayakan unit usaha dan business plan, perencanaan dan penganggaran, pembuatan SOP Bumdes, pencatatan dan pelaporan, evaluasi

Hari ke tiga, akan dilakukan studi lapangan dan melihat langsung pengelolaan bumdes yang sudah berhasil. Studu lapangan tersebut akan melihat secara langsung terkait tata kelola bumdes yang sudah berhasil.
Adapun narasumber dari training tersebut adalah Rudy Suryanto, SE., M.Acc., Ak., CA selaku Founder Bumdes.id, Wahyu A. Hadi selaku Kepala Desa Panggungharjo dan Yani Setiadi selaku sekretaris Desa Ponggok.

Sementara itu, pengurus Bumdes Benete yang ikut dalam kegiatan tersebut berharap pengalaman dan ilmu yang didapatkan dari kegiatan tesebut mampu menambah wawasan dan dapat diterapkan di bumdes yang ada di desanya.

Adv